Showing posts with label Kajian. Show all posts
Showing posts with label Kajian. Show all posts

Monday, August 18, 2014

Meminimalkan Nyeri dan Resiko Kista Payudara

Tindakan sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala nyeri ataupun resiko terkena kista payudara, antara lain:

  1. Hindari Kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan dapat memicu terjadinya ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. 
  2. Hindari merokok maupun asap rokok. Rokok mengandung sekitar 4000 zat racun yang dapat memperburuk kondisi kista. 
  3. Hindari konsumsi alkohol. Alkohol dapat memperburuk kondisi kista, bahkan memperbesar kemungkinan kista berkembang menjadi ganas. 
  4. Hindari makanan cepat saji
  5. Hindari makanan dengan kadar lemak tinggi, misalnya keju. 
  6. Kurangi asupan makanan yang mengandung protein tinggi. 
  7. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan.
  8. Kurangi asupan garam meski belum teruji dengan pasti, mengurangi asupan garam dapat menurunkan resiko kelebihan cairan tubuh yang ditengarai menjadi penyebab kista.
  9. Kurangi asupan kafein yang antara lain terkandung dalam kopi dan minuman berenergi. Sama seperti garam, penelitian pada faktor ini juga belum jelas. Namun pada beberapa orang menghindari asupan kafein dapat mengurangi gejala nyeri akibat kista payudara. 
  10. Gunakan bra yang tepat dan nyaman untuk mengurangi rasa nyeri.
  11. Hindari penggunaan alat kontrasepsi yang mengandung hormon seperti pil KB. 

Friday, August 15, 2014

Kista Payudara Bukanlah Kanker

KISTA TERNYATA BISA MUNCUL DI PAYUDARA, MESKI TIDAK SEGANAS KANKER, BENJOLAN INI BISA TUMBUH BERULANG KALI, YANG PENTING LAKUKAN PEMERIKSAAN SEGERA AGAR KISTA BISA DITANGANI SECARA TEPAT.

Proses tumbuh kembang payudara di pengaruhi aktivitas hormon, khususnya estrogen. Bila terjadi ketidakseimbangan hormon, jaringan air susu (fibroglandular) dan sekitarnya akan berubah bentuk.

Saat haid, hormon wanita mengalami perubahan, sehingga payudara terasa penuh alias membesar atau mengeras. Kadang teraba pula benjolan lunak yang terasa sakit menjelang haid. 

Benjolan berisi cairan tersebut dinamakan kista payudara. Bentuk kista umumnya bulat dan terasa kenyal seperti bakso atau balon yang diisi air. Besar dan jumlahnya bervariasi.

Tak Cukup Mamografi
Menurut Dr.Sutjipto,Sp.B-Onk dari RS Dharmais Jakarta, istilah kista payudara kurang tepat. Yang benar adalah penyakit fibrokistik payudara, yaitu keadaan nyeri, kista, dan benjolan yang sifatnya jinak pada payudara. 

Benjolan ini bisa hanya satu buah dan terletak di salah satu payudara, tetapi bisa juga hingga 17 benjolan dan terdapat di kedua belah payudara, "Biasanya dialamai wanita usia di atas 30 tahun. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan wanita usia dibawah 30 tahun juga punya kista pada payudaranya". 

Wanita yang memiliki benjolan dapat menjalani pemeriksaan mamografi atau USG, Namun pemeriksaan mamografi saja tidak cukup untuk menentukan apakah gumpalan itu merupakan kista atau tumor. Mamografi, tambahnya, tidak dapat membedakan antara benjolan padat yang artinya tumor atau benjolan berisi cairan,yaitu kista.

Pemeriksaan ini dilakukan ahli radiologi. Bila terdapat gambaran yang mencurigakan akan dilakukan biopsi, yaitu tindakan mengambil sedikit jaringan untuk menentukan sifat benjolan tersebut dan penanganan yang tepat. 

Tidak Terasa
Wujud kista yang terlalu kecil (mikrokista) tidak dapat dirasakan dengan tangan ketika melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Sebaliknya, bisa diketahui dengan menjalani pemeriksaan medis seperti mamografi atau USG. 

Kista yang besar (makrokista) dapat dirasakan dengan tangan. Kista ini dapat tumbuh hingga diameter 5 cm. Besarnya kista dapat menekan jaringan payudara hingga menyebabkan nyeri, rasa tidak nyaman, atau peradangan pada jaringan disekitarnya.

Beberapa wanita tidak merasakan gangguan meski memiliki kista payudara, yang lain mengeluhkan nyeri di dada. Rasa nyeri bisasanya diderita wanita dengan kista berukuran besar atau jumlahnya lebih dari satu. 

Justru pada wanita yang tidak merasakan sakit diperlukan pemantauan lebih. Pasien mesti rutin memeriksakan diri untuk menjaga agar sifat kista tersebut tidak menjadi ganas. 

Hilang saat menopause
Terjadinya gumpalan berisis cairan ini berhubungan dengan respon jaringan payudara terhadap perubahan kadar estrogen yang terjadi setiap bulan selama masa reproduktif. Setiap bulan selama siklus menstruasi, jaringan payudara membengkak. 

Rangsangan hormon terhadap jaringan payudara menyebabkan payudara menahan air serta kelenjar susu dan salurannya melebar. Cairan ini dapat berkumpul dan membentuk kista. 

Pada saat ini payudara terasa membengkak, nyeri, dan memiliki benjolan. Setelah menstruasi, biasanya pembengkakan payudara berkurang, tidak lagi terlalu nyeri dan tidak ada benjolan. 

Karena disebabkan masalah hormon, kista dapat mengecil, bahkan hilang dengan sendirinya ketika wanita memasuki masa menopause, "Tetapi, ada juga yang malah bertambah besar meski sudah menopause,".




Monday, July 21, 2014

Tetap Berenergi Saat Berpuasa

Secara alami kapasitas energi selama menjalani puasa akan menurun dibandingkan hari biasa. Agar anda tetap bugar dan berenergi, ada cara efektif yang dapat dilakukan, yakni mengonsumsi lemak rantai sedang (MCT), terutama saat makan sahur. 

Untuk mempertahankan tubuh tetap bugar dan berenergi saat berpuasa, tentu harus diperhatikan asupan makanan dan cairan saat berbuka hingga sampai waktu imsak tiba. Dalam rentang waktu itulah tubuh "berhak" mendapatkan asupan gizi, vitamin, maupun mineral guna mengembalikan stamina sekaligus menabung cadangan energi untuk bekal beraktivitas sepanjang hari.

Masalahnya, seringkali mereka yang sibuk beraktivitas dan harus bekerja ekstra keras dilapangan atau mereka yang bermasalah dengan metabolismenya merasa cepat loyo dan kurang berenergi, meski hari baru beranjak siang. 

Sejatinya pilihan asupan makan yang sehat dan seimbang dapat membuat tubuh tetap berenergi. Namun, hal itu juga tidak menjamin. Karena itu, asupan lemak rantai sedang (MCT), terutama ketika sahur, sangat dianjurkan. 

Lebih Bertenaga

Mengapa MCT? Beberapa penelitian mengungkapkan, lemak rantai sedang (MCT) mampu meningkatkan pengeluaran energi dan menurunkan adiposit (simpanan lemak). 

Penelitian ini melibatkan 24 orang sehat dengan aktivitas kerja harian yang beragam. Mereka mengonsumsi MCT selama 28 hari secara acak dan terkontrol. 

Hasilnya, mereka yang mengonsumsi MCT mendapat energi lebih, meski dengan beban aktivitas cukup padat, seperti bekerja di luar ruangan, selalu beraktivitas fisik dan tidak banyak duduk di belakang meja dengan waktu istirahat selama satu jam. 

Sebelumnya, sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Nutrition menyebutkan kesimpulan yang sama. Dilaporkan bahwa MCT lebih siap teroksidasi di dalam lever, sehingga memungkinkan tubuh tetap berenergi meski seseorang harus beraktivitas dengan asupan relatif minimal sekalipun. Hasil penelitian inilah yang dapat dianalogikan dengan tubuh mereka yang berpuasa. 

Dari penelitian tersebut juga dapat dijadikan gambaran MCT relatif jauh lebih aman dan efektif dibandingkan dengan konsusi suplemen berenergi lain yang hanya efektif bekerja dalam waktu yang lebih singkat. Belum lagi efek kafein yang tentu kurang baik bagi mereka yang sedang berpuasa.

Tanpa Loyo 
Mengapa disarankan menambahkan asupan MCT saat makan sahur? ibarat bahan bakar mobil, MCT termasuk bahan bakar beroktan tinggi. Mobil yang menggunakan bahan bakar dengan kadar oktan tinggi akan berjalan lebih mulus dan mampu mencapai jarak tempuh yang lebih jauh, dengan daya tahan yang lebih baik. 

Asumsi itulah yang menjadikan MCT sangat tepat dikonsumsi ketika makan sahur. Agar selama beraktivitas sepanjang hari dari mulai imsak hingga bedug magrib, tubuh tetap berenergi, tanpa khawatir dibayangi rasa lelah dan loyo karena kehabisan pasokan energi selama menunaikan ibadah puasa. 

Ditegaskan dari beberapa penelitian, secara alami MCT dipercaya mampu memberikan peningkatan energi level metabolik, dan kinerja aktivitas sepanjang hari. Hal itu terjadi karena adanya mekanisme peningkatan level metabolik, yang membuat sel-sel tubuh berfungsi pada tingkat efisiensi yang lebih tinggi.

MCT juga dihidrolisis dengan lebih cepat dan sempurna dalam sistem pencernaan. Dengan begitu, MCT akan lebih mudah masuk ke sistem peredaran darah untuk diangkut ke dalam hati dan dibakar menjadi energi. 

Energi yang diperoleh dapat digunakan untuk memperkuat fungsi-fungsi metabolik seperti pembentukan sel, serta mengaktifkan fungsi kelenjar endokrin dan fungsi organ tubuh. Kesemua hal itu merupakan proses vital guna menunjang aktivitas fisik seseorang. 

Cukup Istirahat
Selain asupan MCT rutin setiap hari selama bulan Ramadan agar tetap berenergi selama menjalani aktivitas harian, sebaiknya Anda juga memberikan perhatian sekaligus waktu yang cukup bagi tubuh untuk istirahat. Pasalnya, selain otak dan organ gerak tubuh sebagai kunci utama saat beraktivitas, sistem metabolisme secara menyeluruh juga sangat dipengaruhi oleh kualitas istirahat seseorang. 

Idealnya selama menjalani puasa waktu istirahat minimal 6 hingga 7 jam perhari. Meski terpotong waktu sahur, sangatlah bijak jika anda tetap berkomitmen sekaligus mengatur dengan baik jadwal tidur, terutama di saat malam hari. 

Waktu istirahat cukup, pilihan makanan sehat berimbang serta asupan MCT ketika sahur akan menjadikan anda tetap berenergi di tengah aktivitas serta kesibukan sepanjang hari selama bulan puasa ini. 


Wednesday, June 25, 2014

Timerosal Tidak Memunculkan Autisme

Penyakit kronis tertentu bisa terjadi setelah vaksinani. Tapi, karena penyakit itu sendiri bisa terjadi tanpa imunisasi, sulit dibuktikan apa benar vaksin malah merupakan pencetusnya. Yang sering meresahkan masyarakat adalah hubungan antara pemberian vaksin dengan penyakit diabetes melitus tipe-1 dan autisme, meski hal ini masih menjadi kontroversi. 

Hal ini coba diluruskan oleh Dr.Jeffry Senduk,Sp.A, ahli kesehatan anak dari Siloam Hospital Kebon Jeruk, Jakarta. Menurutnya, tidak ada bukti bahwa imunisasi dapat menyebabkan autisme. Katanya, "Seringkali anak tersebut sudah memiliki bakat autis. Ketuka habis disuntik bakat autisnya itu baru terlihat. Nah, kondisi inilah yang membuat orang tua mengira bahwa imnunisasi menyebabkan autisme. Padahal, hal tersebut tidak ada kaitannya. Hanya kebetulan saja ketika habis disuntik, eh bakat autisnya keluar."

Zat yang dituding menjadi penyebab autisme dan diabetes melitus tipe-1 adalah timerosal. Zat ini dulu digunakan untuk mengawetkan vaksin. "Sebenarnya hingga kini zat ini masih digunakan, tapi dalam dosis yang sangat kecil," ucap Dr. Jeffry

Meski demikiam, Dr Jeffry menjelaskan bahwa penggunaan zat timerosal dalam vaksin tidak bisa dikaitkan dengan autisme. Beberapa penelitian di California, Amerika Serikat, dan di Jepang sudah menguatkan hal ini. Dalam penelitian tersebut, vaksin yang diberikan kepada anak-anak sama sekali tidak mengandung timerosal. Tapi, kejadian autisme tidak menurun di kedua negara tersebut, bahkan cenderung meningkat. "Hal ini membuktikan tidak ada kaitannya antara timerosal dengan autisme," katanya. 

Adapun efek samping yang bisa dialami anak sehabis menerima imunisasi antara lain demam, sehingga anak menjadi rewel,"Demam merupakan efek samping yang biasa terjadi, tapi tidak perlu dikhawatirkan," sebutnya. 

Efek samping yang perlu diwaspadai adalah kejang. Karena itu dianjurkan untuk tidak langsung pulang sehabis menerima imunisasi. "Tunggulah selama 15 menit di puskesmas setelah imunisasi," katanya. "Dengan demikian, kalaupun ada kejadian yang mengkhawatirkan, masih ada tenaga medis berpengalaman yang bisa membantu."

Dr.Jeffry juga mengingatkan bahwa tidak semua anak bisa menerima imunisasi. Ada beberapa kondisi yang tidak memungkinkan anak menerima imunisasi. 

"Anak dengan masalah kekebalan tubuh, seperti terkena HIV/AIDS, tidak bisa menerima imunisasi. Karena itu, diperlukan diskusi yang baik antara orang tua dan dokter, sebelumnya. Jadi tidak asal memberi imunisasi begitu saja," ucapnya.

Orang Dewasa Juga Perlu Imunisasi

Saat mendengar kata imunisasi, asumsi yang ada adalah suntikan untuk anak-anak. Kebanyakan masyarakat berpikir bahwa orang dewasa tidak perlu imunisasi  karena daya tahan tubuh mereka sudah cukup kuat. Ditambah lagi, anggapan bahwa imunisasi yang didapat ketika kecil akan melindungi tubuh dari penyakit, sampai seumur hidup. 

Hal ini ada benarnya. Tapi, perlu diketahui bahwa tidak semua orang dewasa mendapat imunisasi ketika kecil dengan berbagai alasan. Ditambah lagi, ada , beberapa jenis vaksin yang belum ditemukan saat mereka kecil misalnya vaksin MMR, HPV untuk kanker serviks, atau Hepatitis B. 

Tidak hanya itu, daya tahan tubuh menusia makin turun seiring menuanya usia. Ini membuat manusia rentan terkena penyakit yang tadinya tidak berbahaya bagi dirinya.

Selain itu, imunitas yang didapat dari vaksin ternyata ada "masa berlakunya" Artinya, khasiat dari vaksin tersebut akan menurun dan hilang dalam jangka waktu tertentu. Contohnya, vaksin tetanus hanya bertahan selama sepuluh tahun. Karena itu, orang dewasa pun perlu diberi imunisasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh mereka dari penyakit. 

Ada beberapa vaksin yang direkomendasikan untuk orang dewasa, yaitu: 
  • Tetanus/difteria. Dianjurkan untuk mendapat imunisasi jenis ini tiap sepuluh tahun. 
  • Human Papilorna Virus (HPV). Berguna untuk mencegah kanker serviks (leher rahim). Vaksin ini ditujukan khusus untuk kaum perempuan. Vaksin ini terdiri atas tiga dosis dengan jarak pemberian pertama di bulan ke 0, bulan ke 2, dan bulan ke 6. 
  • Zoster. Vaksin herpes zoster dianjurkan untuk mereka yang berusia 60 tahun ke atas. Kelompok usia ini rentan terkena herpes zoster. 
  • Hepatitis B. Atas saran badan kesehatan dunia (WHO), vaksin ini dianjurkan untuk diulang ketika seseorang sudah dewasa. 
  • Measles, mumps, rubella (MMR). Vaksin ini bisa mencegah tiga jenis penyakit sekaligus, yaitu measles (campak), mumps (gondongan), dan rubella (campak jerman). Orang dewasa yang belum terkena salah satu penyakit tersebut, dianjurkan untuk tetap mendapatkan vaksinasi. juga mereka yang ketika kecil baru mendapat satu kali vaksinasi MMR. 
  • Meningococcal. Vaksin ini untuk mencegah meningitis atau infeksi selaput otak. Vaksin ini terutama dianjurkan untuk para calon jamaah yang hendak naik haji. Jangka waktu vaksin ini untuk bisa bertahan hingga tiga tahun. 

Tuesday, June 24, 2014

Jiwa dan Perilau Ditentukan Otak

Dahulu para ahli menduga tidak ada hubungan jelas antara perilaku dan jiwa manusia dengan otak, hingga terjadi kecelakaan yang menimpa pria bernama Phineas Cage di masa Wild West tahun 1848 di Amerika Serikat. Dalam pembangunan rel kereta api, Gage mengalami kecelakaan. Sebatang besi menusuk ke pipi kiri , melintas otak dibelakang mata dan keluar dari batok kepalanya. Hebatnya, ia tetap hidup normal. 

Namun, kecelakaan memberi perubahan besar dalam dirinya. Gage yang semula sabar, energik, dan cerdas, berubah menjadi kasar, berangasan, dan pemarah. Meski punya banyak rencana, ia tak bisa melaksanakannya. Otak Gage belakangan dipindai oleh Dr. Antonio Damasio.

Dari pemindaian itu disimpulkan bahwa terdapat kerusakan pada korteks protrontal, bagian otak paling depan, tepat di belakang dahi. Semua pasien yang menderita keruskanan di bagian otak itu mengalami perubahan pribadi yang mengenaskan. Menjadi kasar, tumpul perasaan, gagal dalam hubungan interpersonal dan tak bisa merencanakan masa depan. Ternyata jiwa dan perilaku kita ditentukan oleh otak,"papar Prof. Dr. Jalaludin Rakhmat, MSc, pakar pendidikan dan komunikasi, saat berbicara di acara Pfizer Press Circle di Wisma GKBI, Jakarata. 

Prof. Jalal membenarkan bahwa benturan dan kecelakaan bisa mengubah kepribadian seseorang. " Bahkan tidak mustahil bahwa seorang yang tadinya punya kecerdasan biasa-biasa saja bisa menjadi cerdas setelah kecelakaan. Tentu saja kita tidak bisa berspekulasi dengan membenturkan kepala. lebih baik kita menjaga kepala," ujarnya.

Ia kemudian meluruskan soal mitos bahwa kecerdasan adalah sesuatu yang diturunkan. "Ada penelitian di AS tentang keturunan orang idiot yang dibesarkan oleh para psikolog. Ternyata pengasuhan oleh psikolog berhasil mendongkrak IQ anak-anak itu di atas rata-rata kecerdasan orang AS, menjadi 140-150. Pola asuh atau nurture mengalahkan nature" katanya. 

Kencing Batu Dapatkah Dicegah?

Jenis batu saluran kemih lebih dari satu. Kebanyakan terbentuk dari kalsium. Penyebabnya pun beragam. Selain gangguan metabolisme kalsium, faktor air minum, juga jenis menu harian kita. Menu banyak protein hewani, tinggi garam dapur, meningkatkan resiko terkena kencing batu. Aspek peran menu terungkap bahwa menu nenek moyang kita, yakni lebih banyak sayur alami justru mampu mencegah terbentuknya batu di saluran kemih. 

Orang yang berdomisili di lokasi yang kadar kalsium air tanahnya tinggi, berpotensi terkena kencing batu. Begitu juga jika ada gangguan metabolisme kalsium dalam tubuh. Bila fungsi kelenjar anak gondok yang mengatur metabolisme kalsium kacau, resiko terbentuknya batu saluran kemih juga meningkat. 

Kalsium bukan satu-satunya faktor pembentuk batu kemih. Baru-baru ini disebut peran jenis menu harian kita. Dan studi yang dilakukan selama lebih dari lima tahun terungkap, menu harian model nenek moyang kita mampu mengurangi resiko terbentuknya batu kemih. 

The Dash Style Diet
Dr.Eric N.Taylor dari Harvard Medical School mengungkapkan, jenis diet banyak sayuran dan bebuahan bermanfaat mencegah batu kemih. Diet DASH atau Dietary Approach to Stop Hypertension awalnya cara berdiet bagi pasien hipertensi, kemudian berkembang setelah melihat kenyataan diet ini bisa meredam resiko terkena kencing batu. Jenis diet yang kaya sayur mayur dan buah, rendah lemak produk susu dan asupan protein hewani ini ternyata mampu mencegah terbentuknya batu disaluran kemih. 

Pembentukan batu kalsium dihambatoleh meningginya urin yang mengandung citrate tinggi. Selain itu, asupan natrium yang banyak dalam galam dapur perlu diturunkan sebagaimana disarankan kepada pengidap tekanan darah tinggi. Termasuk perlu menambah asupan vitamin C. Jadi kita memetik banyak keuntukngan bila mempertahankan menu harian nenek moyang kita. 

Infeksi Saluran Kemih

Faktor infeksi saluran kemih (ISK) juga memudahkan terbentuknya batu saluran kemih. Sebaliknya, terbentuknya batu di saluran kemih akan lebih memudahkan kekambuhan infeksi disana. Itu maka pentingnya memperhatikan setiap kali ISK menyerang, baik bagi yang pemula maupun yang menderita gangguan berulang. 

Setiap kehadiran infeksi, khususnya saluran kemih bagian atas, harus dicurigai bakal mengawali pembentukan batu saluran kemih. Mungkin di ginjal, kalau bukan di saluran ureter (pipa penghubung ginjal dan kandung kemih) atau terbentuk di kandung kemih sendiri. 

ISK lebih rentan terjadi pada kaum Hawa, karena saluran kemih bagian kemaluan (uretra) wanita lebih pendek dan mudah tercemar infeksi dari dunia luar dari pada milik kaum Adam. Anyang-anyangan, misalnya, yakni infeksi saluran kemih bagian bawah, lebih kerap dialami kaum ibu dibanding kaum bapak. 

Dari mana ISK diperoleh? Pada wanita umumnya dari "bawah". Saat bercebok dengan air tercemar bibit penyakit, sehabis hubungan seksual yang kurang bersih, sehabis haid karena terlambat mangganti pembalut wanita, atau arah cebok yang salah (dari belakang ke depan, yang seharusnya dari depan ke belakang). 

ISK bawah yang berulang dan tak disembuhkan, berpotensi naik ke atas, hingga bersarang di ginjal. Pada saat infeksi di ginjal inilah pembentukan batu ginjal terpicu. 

ISK juga bisa berasal dari kuman usus. Lewat aliran darah, kuman bisa singgah di ginjal juga. Sering demam, nyeri pinggang, dan sifat urin berubah keruh atau bercampur darah harus dicurigai sebagai infeksi ginjal. Bila ini dibiarkan , tentu berpotensi pada terbentuknya batu ginjal. 

Untuk memastikan adanya ISK dapat dilihat dari pemeriksaan laboratorium urin dan darah termasuk bila ada resiko pembentukan batu saluran kemih. 

Bila ada indikasi ke arah adanya kemungkinan bakal terbentuknya batu kemih, faktor resikonya perlu ditekan atau ditiadakan.



Friday, June 20, 2014

Simerah Penjaga Kehidupan

Selain air, cairan vital dalam tubuh kita adalah darah. Karena itu, keberadaan si merah ini wajib diperhatikan. Jangan sampai terjadi kondisi kurang darah atau anemia yang dapat mempengaruhi kualitas kesehatan sekaligus produktivitas. Jadi pastikan peduli agar si merah selalu menjaga kehidupan anda.

Darah adalah cairan yang terdapat didalam tubuh kita dan berfungsi sebagai alat transportasi zat-zat seperti oksigen, bahan hasil metabolisme tubuh, pertahanan tubuh dari serangan kuman, dan lain sebagainya. 

Darah pada tubuh manusia mengandung 55 persen plasma (cairan darah) dan 45 persen sel-sel darah (darah padat). Jumlah darah yang mengisi tubuh, yaitu sepertigabelas berat tubuh orang dewasa atau sekitar 4-5 liter. 

Cairan berwarna merah agak kental dan lengket ini mengalir di seluruh tubuh, dan berhubungan langsung dengan sel-sel darah terbentuk atas beberapa unsur,yaitu plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah. 

Plasma darah merupakan komponen terbesar dalam darah. Hampir 90 persen bagian dari plasma darah adalah air.
Plasma darah berfungsi untuk mengangkut sari makanan ke sel-sel serta membawa sisa pembakaran dari sel ke tempat pembuangan. Fungsi lainnya adalah menghasilkan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit atau zat antibodi. 

Sel darah merah (entrosit) merupakan komponen yang mengandung banyak hemoglobin yang berwarna merah tua. Sel darah merah dihasilkan di dalam limpa atau kura, hati, dan sumsum merah pada tulang pipih. 

Sel darah merah yang sudah mati dihancurkan di dalam hati. Sel darah putih (leukosit) adalah sel darah yang bentuknya tidak tetap. Sel darah putih dibuat di sumsum merah, kura, dan kelenjar limpa. Fungsinya untuk memberantas kuman-kuman penyakit. 

Satu lagi adalah keping darah (trombosit). Bentuk keping darah tidak teratur dan tidak mempunyai inti. Keping darah diproduksi dalam sumsum merah, berperan penting pada proses pembekuan darah. 

Kalah Kelas

Selain berfungsi dalam sistem transportasi, darah memiliki banyak kegunaan lain untuk menunjang kehidupan. Tanpa darah yang cukup, seseorang dapat mengalami gangguan kesehatan, dan bahkan kematian. 

Tak jarang muncul beragam gangguan kesehatan yang berhubungan dengan darah. Dari mulai yang ringan hingga serius yang tentu perlu penanganan intensif. Diantaranya leukimia, yang disebabkan kelebihan produksi sel darah putih. Penyakit ini biasa disebut kanker darah. 

Gangguan lain adalah hemofilia, yaitu penyakit yang mengakibatkan darah sukar membeku. Jika si penderita mengalami luka ringan, dapat mengakibatkan pendarahan serius. 

Satu lagi yang hampir setiap orang pernah mengalaminya adalah anemia atau kurangnya sel darah merah.

Apa sebenarnya anemia? Meski terkesan "kalah kelas" daripada leukimia maupun hemofilia, jangan sekali-kali meremehkannya. Selain bisa merusak produktivitas dan kreativitas kerja, anemia juga rentan terhadap komplikasi penyakit lainnya. itu karena daya tahan tubuh menjadi rendah bila terkena anemia. 

Sumsum tulang belakang merupakan "pabrik" butir darah merah atau eritrosit. Tugas darah adalah membagi-bagi oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. 

Pembentukan sel darah merah sangat tergantung pada hormon alami yang disebut entroprotein (yang dibuat dan dikeluarkan oleh ginjal). Jumlah sel darah merah seseorang dapat diukur atau diperkirakan berdasarkan hematokrit atau hemoglobinnya. 

Orang yang menderita anemia berarti tidak mempunyai cukup oksigen dalam darahnya. Padahal, oksigen diperlukan untuk membakar makanan guna menghasilkan energi, sehingga timbul gejala lesu, sesak napas, dan jantung berdebar. 

Pucat dan Dingin

Saat jumlah butir darah merah berkurang, tubuh berusaha mengimbanginya dengan menekan kerja jantung. Ketika jantung kita berdebar lebih keras, berarti lebih banyak darah dan oksigen terpacu keluar. 
Sementara paru-paru pun akan bekerja keras agar oksigen yang diperoleh lebih banyak. Akibatnya sebagian pembuluh darah akan melebar agar darah yang mengandung oksigen masuk ke dalam jaringan tubuh. 
Sebagian pembuluh darah lain malah mengecil agar mampu mempetahankan oksigen. Redistribusi darah yang demikian itu menyebabkan kita tampak pucat dan kulit terasa lebih dingin kalau diraba. 
Bila aktivitas kita makin bertambah, tubuh semakin memerlukan tambahan oksigen. Disini kekurangan darah merah akan menyebabkan produktivitas dan kebugaran tubuh menurun. 
Mengapa wanita lebih rentan anemia? Staf pengajar FKUI, Dr.Ervina Karyadi, MSc,Ph.D, menjelaskan bahwa pada dasarnya setiap orang, termasuk laki-laki, juga beresiko terkena anemia, meski perentase wanita lebih banyak. Kondisi ini disebabkan wanita mengalami beberapa hal seperti menstruasi setiap bulannya, melahirkan atau faktor pendarahan yang tidak normal. 
Yang pasti, sebagian besar dari kita pernah mengalami penyakit yang satu ini. Terutama mereka yang supersibuk, sehingga melupakan penyebabnya, salah satunya gizi makanan.
Inilah Tugasku


  • Mengangkut air dan menyebarkannya ke seluruh tubuh. 
  • Mengangkut oksigen dan menyebarkannya ke seluruh tubuh. 
  • Mengangkut sari makanan dan menyebarkannya ke seluruh tubuh. 
  • Mengangkut hasil oksidasi untuk dibuang melalui alat ekskresi. 
  • Mengangkut getah hormon dari kelenjar buntu. 
  • Menjaga suhu temperatur tubuh. 
  • Mencegah infeksi dengan sel darah putih, antibodi, dan sel darah beku. 
  • Mengatur keseimbangan asam basa tubuh, dll.


Thursday, June 12, 2014

Riwayat Sehat dalam Darah

Dari pemeriksaan darah, dapat diketahui beragam hal, mulai dari kadar kolesterol, gula darah, SGOT, SGPT, dan lain-lain. Berikut ini hasil yang didapat bila memeriksakan darah di laboratorium. Batas normal yang dipakai adalah batas yang umum digunakan. 

1. Pemeriksaan Darah Tepi Lengkap


Hemoglobin adalah pembawa oksigen dalam darah.
Batas normal :pria (13-15g/dl),  wanita (12-14g/dl).

Hematokrit yang berfungsi menunjukkan banyak sel darah merah dalam plasma. 
Batas normal :Pria (40-48vol%), wanita (37-43vol%) .

Eritrosit untuk memeriksa jumlah sel darah merah.
Batas normal :Pria(4,5-5,5 jt/ul), wanita (4-5jt/ul).

Leukosit untuk menghitung sel darah putih. 
Batas normal : 5000-10000 ul. 

Hitung Jenis Leukosit untuk jumlah beberapa jenis sel darah putih.
Laju endap darah untuk menunjukkan infeksi terutama bila diperiksa secara berkala. 
Batas normal: pria (0-15mm), wanita (0-20mm)


 Trombosit untuk menunjukkan jumlah sel trombosit dalam pembekuan darah. Ini biasanya menurun pada penyakit demam berdarah. 
Batas normal: 150000-400000/ul

2. Gula Darah 
Pemeriksaan meliputi gula darah sewaktu gula darah puasa, dan gula darah 2 jam setelah makan. Kedua pemeriksaan terakhir digunakan untuk pemeriksaan detil pada kasus diabetes melitus.
Kadar normal gula darah <200 mg/dl
Kadar normal gula darah puasa <100mg/dl

3 Faal Hati

Bilirubin total, direct dan indirect untuk menentukan lokasi gangguan aliran darah, apakah dilokasi sebelum, dalam atau sesudah organ hati. Batas normal : 0,3-1mg/l
SGOT dan SGPT, Ini adalah enzim yang terdapat dalam hati dan akan keluar ke darah saat sel-sel hati rusak atau pecah. Peningkatan SGOT dan SGPT yang lebih dari normal menandakan adanya kerusakan sel-sel hati. 
Batas normal SGOT(0-37U/I) dan SGPT (0-45U/I)
Faal hati biasanya digunakan untuk mendiagnosis adanya kelainan atau deteksi lebih fungsi sel hati. 

4. Faal Ginjal

Uji ureum dan kreatinin.
Kedua pemeriksaan ini mendeteksi kemungkinan kerusakan ginjal. Batas normal uji ureum (20-40mg/dl) dan kreatinin (0,5-1,5mg/dl). 
Asam Urat
Batas normal : 3-6mg/dl 
 
5.Profil Lemak 

Kolesterol total
Batas normal: 150-250 mg/dl 
HDL (High Density Lippoprotein)
Batas normal : 40 - 155 mg/dl
Golongan darah dan rhesus 

Sumber : Laboratorium Klinik Pathlab Indonesia
 

Wednesday, June 11, 2014

Suhu (kaidah Yin & Yang)

Sindrom Yang 

  • Muka merah, pupil membesar
  • Suhu panas
  • Kaki dan tangan panas
  • Tidur terlentang
  • Nafas Memburu, suka bicara 
  • Tingkah suka bergerak, gelisah 
  • Haus, suka yang dingin 
  • Nyeri di perut, tidak suka di tekan
  • Berkeringat 
  • BAB keras/ konstipasi
  • BAK sedikit dan merah/keruh
  • Lidah  merah, kering, pecah-pecah/ mengembang
  • Nadi ngambang, besar,cepat, bertenaga
  • Suara nyaring dan keras
Sindrom Yin
  • Muka lesu/pucat, pupil mengecil 
  • Suhu dingin
  • Kaki dan tangan dingin
  • Tidur suka meringkuk
  • Nafas pendek, malas bicara
  • Tingkah laku diam
  • Haus, suka yang hangat
  • Nyeri perut, suka di tekan
  • Tidak berkeringat
  • BAB lembek/diare
  • BAK jernih dan banyak 
  • Lidah pucat, gemuk, halus, licin, mengecut
  • Nadi tenggelam, halus, lambat dan lemah 
  • Suara rendah dan kecil
Formula:

Bila Yang diberi herbal Yin (Malac, ardisia, mengkudu) + Herba Pelengkap
Bila Yin diberi herbal Yang (omega 3, HTA, Habassauda) + Herba Pelengkap
Bagi yang susah tidur (pupil membesar) maka beri herbal yang mengandung melatonin dan saponin seperti mengkudu + madu 1 sdk +air hangat.
Khas herba Malac: diuretic yang bermanfaat guna anti piretik (penurun panas), anti hypertensi (penurun tekanan darah), dan anti imfimantasi (anti radang)

Masalah Angin 

Secara umum disebabkan oleh sistem pencernaan yang tidak baik.
Masalah angin terjadi di karenakan racun dan suhu, oleh karena itu herbal yang tepat adalah herbal pelegkap yang mesti digabung dengan herbal untuk penawar racun dan herba penyeimbang suhu. 


Tuesday, June 10, 2014

Bagaimana Herbal Bekerja


  • Mengandung bahan nutrisi yang seimbang tersedia secara alamiah.
  • mengandung bahan antidot (anti racun). 
  • Kaya dengan mineral terutama mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. 
  • bertindak sebagai katalis (yang mempercepat reaksi).
  • menyediakan satu medium membantu vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh. 
  • membantu mengaktifkan proses asimilasi dan metabolisme didalam tubuh
  • seterusnya tubuh berupaya menggunakan vitamin yang hadir di dalam makanan
  • pengambilan herba akan menghasilkan kesan yang optimum sekiranya diambil bersama diet makanan alamiah yang sehat.
  • Anti hipertensi - untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
  • Antipiretik - untuk membuang panasn badan
  • antiinflamantori - untuk peradangan sendi dan gout. 
  • dapat memecahkan batu karang.
Herba Diuretik
Herba diuretik biasanya mempunyai ciri-ciri berikut:
  • tumbuh menjalar
  • daun berurat selari
  • tumbuhan berduri
  • mempunyai umbi/rempang
contoh-contoh herba diuretik :
  • pegaga, tapak liman , brotowali, dll

Diagnosis Kuku

Bulan Sabit

  • Stabil 
  • > Besar cenderung hipertensi
  • Tak nampak pada 10 jari = anemia atau syaraf terganggu
  • Tajam = peredaran darah dan stroke 
  • Samar-samar = asma, asid urid, radang paru-paru, gangguan perut/lambung, rhematik
Berkilat macam lilin
  • Pendarahan di lambung / perut
  • Infeksi parasit (cacing)
Tak Berkilat
  • anemia
Putih Rata 
Seperti mayat dan ujung jari menggelembung

  • gangguan berat pada hati (sirosis)
  • kuku kuning-hormon, gangguan metabolisme, kelebihan zat besi dan bengkak. 
  • Bercak putih - kurang zink.
  • Tebal dan rapuh - peredaran darah tak lancar
  • Bercak darah bawah kuku- infeksi pada jantung oleh kuman disertai emboli. 
  • Melebarnya kapilari darah di lipatan kulit dasar kuku - autoimun.
  • Bercak putih tipis bawah kuku - kurang kalsium atau zink, infeksi parasit.
  • Garis putih melintang kuku - racun / logam arsenik.
Lekukan Melintang
  • Kurang gizi
  • Jika lebih dari satu - kelemahan usus dan ada cacing parasit. 
  • Ujung jari manis - gangguan mata, bronkitis, sakit saluran pernafasan
  • Jari Tengah - otot
  • Jari Kelingking - sakit tenggorokan
  • Ibu Jari - kurang energi tubuh
Kuku Jari manis

  • Bercak, kuku lebih merah - prostat
  • Bercak bulan sabit sebelah kanan - gangguan rahim
  • tak normal - sakit panjang
  • sempit tengah dari sisi ke sisi - infeksi cacing, kurang kalsium dan kurang darah. 
  • Pendek melebar - kurang sabar dan jantung, kurang kalsium, kurang darah.

ASID

  • kencing manis
  • tapak tangan menggelembung
  • kangker
  • gout
perawatan menggunakan kalsium dari perbagai siri tanah. Herba detox salah satu pilihan. 

Diganosis Pandangan Mata

Dengan Pandangan Di Mata Membuka Rahasia Yang Tersembunyi di Jiwa

Tajam dan Lurus ke Hadapan

  • Emosi
  • Jantung
  • Memerintah
  • Perlu penerangan yang teliti
  • Suara tinggi / tekanan darah tinggi
  • Unsur panas.
Sering melihat ke atas
  • Masalah saraf
  • Kelemahan mengingat 
  • Masalah hormon/ tangan sejuk
Sering melihat ke bawah
  • Masalah tekanan perasaan 
  • Menangis
  • Ketidakseimbangan hormon (imbalance hormon)
  • Unsur sejuk
  • Suara rendah/ anemia.

Sunday, June 8, 2014

Diagnosis Penyakit Melalui Pengamatan Wajah

Kulit / warna wajah gelap dan suram yang sukar dihilangkan, menandakan kelemahan organ-organ dalam, sakit berkepanjangan, atau kasus-kasus serius. Sedangkan permukaan wajah mengkilap, jernih dan cerah menandakan sakit ringan (belum menyerang organ vital), penyakit baru atau kasus ringan.

Diagnosis Warna Wajah
Pada Kening terdapat jerawat/bisulan, menadakan hormon tidak stabil (masalah syaraf otak).

Pigmen antara tulang pipi dan telinga kering dan hijau gelap berarti ada penyakit kronis.

Pipi merah bertanda paru-paru panas, tekanan darah tinggi dan saluran pernafasan lemah. Jika pucat, hitam, kusam, pertanda paru-paru dingin.

Warna Kelopak Mata Atas: 
  • Mata hijau pertanda lever ada penyakit,
  • mata merah pertanda badan bersifat panas, lever panas dan paru-paru & ginjal agak lemah.
  • Mata kuning kebanyakan menandakan penyakit kuning.
Keliling Mata kering dan hitam gelap pertanda lemah pada saluran kencing dan reproduksi.

Kantong Mata(Gelambir) : 
  • Gelambir bengkak(warna gelap) berarti peredaran darah tidak baik. Kantong air mata kencang dan merah pertanda ginjal parah. 
  • Kantong air mata bengkak dan kuning pertanda jantung lemah. 
  • Kantong air mata hitam pertanda, tidak bisa tidur/ kelenjar endokrin tidak stabil. 
  • Kantong air mata hijau gelap, pertanda sudah melahirkan/ menderita penyakit reproduksi. 
  • Kantong air butek merah kuning, pertanda peredaran darah tidak lancar.

Warna Putih Mata:
  • Putih kebirubiruan pertanda pernafasan dan kekebalan tubuh. 
  • Merah pertanda peredaran darah. 
  • Kuning pertanda lever atau pencernaan. 
  • Butek pertanda pembuangan kotoran.

Warna Hidung : 
  • Hijau ditengah-tengah hidung pertanda pencernaan lemah, dingin, kurang panas.
  • Hijau diujung hidung pertanda sakit perut. 
  • Ujung hidung kuning pertanda pembuangan air besar tidak lancar, penyakit usus besar.
  • Hidung merah pertanda lever panas, paru-paru dan ginjal lemah. 
  • Kaki hidung Merah pertanda lemah / penyakit kurang darah. 
  • Diatas hidung ada fleks - ditengah batang hidung, pertanda menderita ambeien/sembelit. 
  • Warna hidung hitam pertanda lambung lemah, dingin, jantung tidak kuat.
  • Batang hidung hijau gelap, merah pertanda badan tidak sehat.
  • Kaki hidung warna kelabu, merah gelap, pertanda sedang masuk angin.
  • Di dua sisi batang hidung warna agak suram pertanda ada penyakit empedu.
Telinga :
  • Telinga kering kusam warna putih/kuning/hitam pertanda Penyakit berat.
  • Merah kekuningkuningan pertanda penyakit panas dalam. 
  • Putih kehijauhijauan - badan soak, dingin, pertanda aliran vitalitas tidak cukup.
  • Hitam - ginjal soak, kelenjar endokrin lemah. 
  • Hijau gelap, pertanda selalu gelisah karena kesakitan.
  • Tebal lembek pertanda mudah terserang rematik, banyak lemak, atau penyakit.
  • Tipis dan kecil - merah hati, pertanda penyakit bawaan sejak lahir, dimana saluran kencing lemah.
  • Merah dan mata kuning dan butek pertanda level kelemahan.

Hikmah Penyakit

Dalam pandangan perubatan Islam ada tiga tujuan utama mengapa Allah SWT menimpakan penyakit pada seseorang, yaitu:


Penghapusan Dosa, Rahmat dan Peningkatan Derajat Ketaqwaa.

  • Penghapusan Dosa (Sakit yang menimpa seseorang yang berdosa merupakan penghapusan dosa untuknya apabila dia bersabar).
  • Rahmat (sakit bagi orang yang tak berdosa merupakan Rahmat dan Ujian/peningkatan derajat ketaqwaan disisi Allah SWT 



Memberi Keinsafan
Sesetengah orang akan insaf apabila ditimpa sakit. Dia sadar dan insaf bahwa hakikat sakitnya adalah karena dosa-dosanya. Dia sabar dan Ridha dengan ketentuan Allah SWT. Kalau mati pada waktu itu Insya Allah dia mati dalam keadaan khusnul khotimah. Kalau dia insaf itulah rahmat untuknya. 

Kutukan Allah SWT
Apabila Allah sudah murka pada seseorang itu, maka diazabnya di dunia lagi sebelum diakhirat. Biasanya kalau seseorang itu ditimpa sakit yang ada hubungannya dengan kutukan Allah Swt susah hendak sembuh. Tanda orang tersebut apabila ditimpa sakit baik sudah sembuh ataupun sedang sakit, dia akan bertambah jahat. Bertambah lupa dengan Allah SWT. Imannya semakin rusak dan syariat makin diabaikan. Itulah kutukan Allah SWT. Kebanyakan kategori golongan ini, mereka mati dalam kehinaan. 
sumber: Travel Guide for Herbalis HPA

Saturday, June 7, 2014

Sistem Otot dan Rangka

Terapi Kimia


  • Obat-obat anti rematik misal: siklofosfamid, siklosporin, klorokuin, dll. Yang dapat menurunkan sistem imun.
  • Perelaksasi otot, misal: diazepam, siklobenzaprine, kuinin, dll. Yang dapat menimbulkan rasa mengantuk, kelemahan. 
  • obat untuk gangguan tulang dan anti radang non steroid, misal: aspirin, ibuprofen, ketoprofen, dll. Yang dapat menimbulkan pendarahan di lambung dan duodenum. 
  • Kortikosteroid, yang dapat menurunkan sistem imun
  • Obat Gout seperti koikisin, allopurinol, probenesid, dll yang dapat mengganggu sistem pencernaan seperti nyeri ulu hati dan diare. 
Terapi Herba

  • Omega 3
  • Ardisia
  • Mengkudu
  • Shark Cartilage
  • Teh Herba
  • Garlic 
  • Kunyit
  • Bawang merah

Sistem Syaraf

Siste saraf secara garis besar dikelompokan pada 2 golongan: Sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer.

Terapi Kimia


  • Analgesik NSAID juga dapat menyebabkan iritasi pada permukaan lambung. Analgesic narkotik dapat menyebabkan perasaan melayang layang, mual, muntah, konstipasi, dan penekanan pada pernafasan.
  • Obat tidur, ketergantungan fisik dan psikis. Jika penggunaan obat dihentikan secara tiba - tiba akan menimbulkan kecemasan, tidak dapat tidur, dan halusinasi. 
  • Obat Anti  Depresan menimbulkan dan perasaan melayang-layang nticholinergic effect, misalnya: kesulitan buang air kecil, mulut kering, dan penglihatan kabur.
  • Obat Anti Cemas membuat perasaan melayang - layang, mengurangi motivasi, juga apatis membuat pening, mudah lupa efek ketergantungan. Jika digunakan terus-menerus kemudian dihentikan, maka akan menimbulkan Withdrawal effect misalnya: kecemasan mimpi buruk, dan tidak daat beristirahat.
Terapi Herba 

Evergreen
Mengkudu
Teh Herba
Gingseng
Omega 3
Health B
Garlic

Sistem Ndokrin

Kelompok kelenjar yang berada di seluruh tubuh, yang memproduksi hormon dan mengeluarkannya ke dalam darah. Masing - masing kelenjar memproduksi satu atau lebih hormon, yang masing masing mempengaruhi fungsi tubuh tertentu, termasuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan, perkembangan seksual, fungsi reproduksi, dan respon tubuh terhadap stres. 

Terapi Herba

- Hipertiroid 

  •  malac + teh herba + senggugut
- Hipotiroid 
  •  Aloe vera + mengkudu + teh herba
- Kencing Manis
  •  Plantisol + Malac + Teh herba
  •  Ginkobiloba
  •  Bilberry
  •  Bawang putih + buncis


sumber: travel guide for herbalis HPA

Sunday, June 1, 2014

Tentang Glaukoma

Glaukoma adalah kondisi gangguan mata, yang disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam bola mata (kornea), sehingga menyebabkan kerusakan syarat optik, yang memicu penurunan daya penglihatan. Saraf optik menyambung jaringan - jaringan penerima cahaya (retina) dengan bagian dari otak yang memproses informasi penglihatan.

Glaukoma seringkali timbul tanpa gejala sampai pada fase terakhir, kecuali glaukoma jenis akut ( tekanan bola mata tiba - tiba meninggi sehingga mata terasa sakit sekali ). Karena itu deteksi dini glaukoma sangat penting.
Konsultasikan ke dokter spesialis mata untuk pendeteksian dini.

Pada fase lanjut glaukoma, gejala - gejala berikut mungkin timbul, yaitu:

  • hilangnya penglihatan sisi samping (perifer),
  • sakit kepala,
  • penglihatan kabur,
  • melihat pelangi bila melihat sumber cahaya terang (misalnya lampu).

Faktor - faktor resiko pemicu glaukoma adalah : 

  • Umur, pertambahan usia meningkatkan resiko terkena glaukoma.
  • Riwayat anggota keluarga yang terkena glaukoma. Untuk glaukoma jenis tertentu, anggota keluarga penderita glaukoma mempunyai resiko 6 kali lebih besar mengalami glaukoma. Resiko terbesar adalah kakak- beradik kemudian hubungan orang tua dan anak - anak.
  • Obat - obatan, pemakai steroid secara rutin misalnya: Pemakai obat tetes mata yang mengandung steroid yang tidak dikontrol oleh dokter, obat inhaler untuk penderita asthma, obat steroid untuk radang sendi dan pemakai obat yang memakai steroid secara rutin lainnya. Bila anda mengetahui bahwa anda pemakai obat - obatan steroid secara rutin, sangat dianjurkan memeriksakan diri ke dokter spesialis mata untuk pendeteksian glaukoma.
  • Penderita rabun jauh (mata minus) dan rabun dekat (mata plus) yang tinggi. 
  • Riwayat trauma (luka kecelakaan) pada mata.
  • Penyakit lain. Riwayat penyakit diabetes, hipertensi dan migren.
  • Tekanan bola mata. Tekanan bola mata diatas 21 mmHg beriko tinggi terkena glaukoma. Meskipun untuk sebagian individu. Tekanan bola mata  yang lebih rendah sudah dapat merusak saraf optik. 

Sistem Pernafasan

Organ - organ yang turut berperan dalam sistem pernafasan di antaranya hidung, faring, laring, bronkus, bronkiulus, alveolus, parenkin paru.

Terapi Kimia

  • Bronkodilator melebarkan bronkus yang menyempit. Misal: Efedrin, Salbutamol, Atropin, Aminofilin. Dapat meningkatkan tekanan darah,miningkatkan aktivitas hormon Tiroid, palpitas. 
  • Dekongstan: menstimulasi dinding pembuluh darah di hidung --> Vasokonstriksi Misal: Efedrin, Fenilefrin, Fenilpropanolamin dapat terjadi rebound congestion. 

Terapi Herba:
  • Asma: merinda + mengkudu + Teh herba + bawang putih + jahe
  • Batuk : Bawang merah + jeruk nipis + minyak kelapa ( oleskan keleher ).
  • Bronkitis : Teh herba + shark + morinda / bawang putih + gula batu
  • Sinusitis : Daun bawang putih + jahe + daun mint + bunga cempaka.
  • Influenza : Teh Herba + madu + coscinium + rosella/ bawang plutih + jahe ; bawang putih + jeruk nipis + jeruk lemon + madu; bawang putih + merica + akar alang - alang; daun bawang putih + bunga krisan + jahe.